Makaroni Ngehe telah berkembang menjadi salah satu merek camilan lokal yang sukses menembus berbagai jaringan bisnis kuliner di Indonesia. Membawa konsep makanan ringan yang sederhana, gerai jenama ini kini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai lokasi strategis, termasuk di stasiun-stasiun KRL.
Di balik popularitas tersebut, terdapat sosok Ali Muharam yang merintis usaha ini pada tahun 2013 dengan mengandalkan modal pinjaman sebesar Rp20 juta.
Awal Mula dan Perjuangan Hidup Ali Muharam di Jakarta
Ali Muharam berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketertarikannya pada dunia perdagangan sudah tumbuh sejak kecil karena ia kerap melihat usaha orang tuanya yang bergerak di bidang pengumpulan barang bekas. Bahkan, sejak duduk di bangku sekolah dasar, Ali sudah terbiasa berjualan kantong plastik di pasar.
Setelah lulus SMA, Ali memutuskan merantau ke Jakarta dan melakoni berbagai jenis pekerjaan demi bertahan hidup. Profesi yang pernah dijalaninya meliputi:
- Menjual sandal
- Mencuci piring
- Pekerja kantoran
- Penulis skenario sinetron
Pengalaman hidup yang penuh kesulitan selama merantau di ibu kota tersebut kemudian menjadi inspirasi utama di balik penamaan merek bisnisnya. Istilah “Ngehe” dipilih karena menggambarkan perjalanan kariernya yang terasa menyebalkan akibat harus terus berjuang menyambung hidup.
Titik Balik Pendirian Usaha dengan Modal Terbatas
Makaroni Ngehe resmi didirikan pada 11 Maret 2013. Bisnis ini berawal dari kecintaan Ali terhadap camilan buatan ibunya yang biasa disajikan saat Hari Raya Idul Fitri. Melihat potensi besar dari resep keluarga tersebut, Ali berinisiatif mengembangkannya menjadi produk makanan ringan yang bernilai komersial.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Ali meminjam modal sebesar Rp20 juta kepada seorang teman dengan janji pengembalian dalam jangka waktu enam bulan. Pada masa-masa awal pendiriannya, Ali harus menjalankan seluruh operasional bisnis seorang diri, mulai dari membeli bahan baku, memasak, hingga membersihkan gerai.
Perkembangan Produk dan Perluasan Jaringan Bisnis
Seiring berjalannya waktu, produk makaroni dengan pilihan rasa pedas dan gurih ini berhasil memikat hati konsumen, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Perusahaan kemudian memperkaya lini produknya dengan menghadirkan berbagai pilihan camilan:
- Makaroni kering dan basah
- Bihun krenyes
- Mie kriuk
- Mie lidi
- Usus goreng
- Cimol
Pertumbuhan jaringan bisnis Makaroni Ngehe pun tercatat sangat pesat. Berdasarkan catatan Bisnis.com pada September 2021, merek ini telah memiliki 34 cabang pada tahun 2019 yang tersebar di Pulau Jawa serta menyerap lebih dari 350 tenaga kerja.
Di samping kesuksesannya sebagai pengusaha, Ali Muharam tidak pernah meninggalkan kecintaannya pada dunia tulis-menulis. Pada tahun 2019, ia menerbitkan buku autobiografi berjudul Ngehe yang mengisahkan perjalanan hidupnya dari masa merantau hingga sukses membangun bisnis kuliner.



