Minuman teh susu atau milk tea kini jadi salah satu tren minuman yang digandrungi masyarakat kalangan muda. Berbagai brand besar dan franchise teh susu pun makin mudah ditemui di pinggir jalan dan pusat perbelanjaan.
Potensi ini bisa menjadi peluang untuk memulai usaha berjualan milk tea kekinian. Tidak harus membuka gerai besar ataupun membeli franchise, bisnis milk tea juga bisa dimulai dari rumah.
Dengan bahan baku yang relatif mudah ditemukan, Anda bisa membuat brand milk tea rumahan kemudian menerapkan sistem pre-order dan pesan antar yang fleksibel.
Sebelum mulai berjualan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar bisnis bisa bertahan dan tidak sekadar mengikuti tren.
Langkah Awal Membangun Konsep dan Target Pasar
Langkah pertama adalah menentukan siapa calon pembeli. Minuman ini dapat menyasar pasar pelajar, mahasiswa, maupun pekerja kantoran.
Setelah mengetahui target pasar, tentukan konsep yang sesuai. Misalnya, milk tea yang ditawarkan kepada pelajar dan mahasiswa mungkin dapat dibuat dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain itu, Anda juga dapat menghadirkan milk tea artisan dengan varian premium dan bahan berkualitas untuk target konsumen menengah ke atas.
Konsep ini nantinya akan memengaruhi jenis teh apa yang akan digunakan, pilihan susu, dan bahan-bahan lainnya. Aspek lain, seperti harga jual, ukuran cup, hingga desain kemasan juga bergantung pada target pasar.
Menentukan Menu Awal dan Uji Coba Rasa
Milk tea sebetulnya adalah minuman sederhana yang pada dasarnya memadukan teh, susu, dan pemanis. Saat baru memulai, tidak perlu langsung menyediakan belasan varian. Terlalu banyak menu justru dapat membuat stok bahan menumpuk.
Sebagai permulaan, penjual bisa menyediakan beberapa menu utama:
- Original milk tea dengan pilihan teh melati
- Brown sugar milk tea
- Varian dengan topping boba
Jika salah satu menu ternyata lebih banyak diminati, varian tersebut dapat dikembangkan menjadi produk andalan. Anda juga dapat berinovasi dengan varian rasa milk tea agar brand memiliki pembeda dengan merek-merek lainnya.
Rasa menjadi salah satu faktor penting dalam bisnis minuman. Sebelum dipasarkan, lakukan beberapa kali uji coba untuk menentukan takaran teh, susu, gula, es, dan topping. Mintalah keluarga atau teman untuk mencicipi dan memberikan penilaian. Cara sederhana ini dapat membantu menentukan rasa yang paling sesuai.
Menghitung Modal dan Biaya Operasional Secara Teliti
Dalam merintis usaha, jangan hanya menghitung biaya bahan utama teh susu. Anda juga harus memasukkan berbagai komponen biaya operasional lainnya secara rinci.
- Biaya gelas dan sedotan
- Biaya gas atau listrik
- Biaya tenaga kerja
- Biaya promosi
Angka tersebut tentu dapat berbeda sesuai kualitas bahan, ukuran minuman, lokasi penjualan, dan strategi bisnis. Bisnis milk tea rumahan mungkin saja tidak membutuhkan modal besar apabila sebagian peralatan dapur sudah tersedia, sehingga modal awal pun bisa ditekan.
Strategi Promosi dan Menjaga Konsistensi Produk
Bisnis rumahan membutuhkan promosi yang konsisten. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan menu, mengunggah foto produk, memberikan promo, hingga menerima pesanan.
Foto minuman yang menarik, video singkat proses pembuatan, dan promosi rutin dapat menjadi cara sederhana untuk menarik perhatian calon pembeli yang lebih luas.
Setelah mendapatkan pelanggan, tantangan berikutnya adalah membuat mereka kembali membeli. Oleh sebab itu, rasa minuman harus konsisten setiap kali produk dibuat. Gunakan takaran yang sama dan catat resep setiap menu dengan detail agar pelanggan tidak mendapatkan rasa yang berbeda setiap kali membeli.



