Investasi Deposito: Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan Risikonya

Investasi Deposito: Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan Risikonya

Posted on

Menyimpan dana dalam instrumen berisiko rendah masih menjadi pilihan banyak orang, terutama saat tujuan utama bukan mengejar keuntungan besar, melainkan menjaga nilai uang tetap berkembang secara stabil. Di tengah banyaknya pilihan aset keuangan, investasi deposito tetap memiliki tempat tersendiri karena mekanismenya mudah dipahami serta tidak memerlukan pemantauan harian.

Investasi Deposito sering dipilih oleh pemula, pekerja, hingga pensiunan yang mengutamakan keamanan dana. Produk perbankan ini menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibanding tabungan biasa dengan tingkat risiko relatif rendah. 

Meski demikian, terdapat sejumlah hal penting yang perlu dipahami sebelum menempatkan dana, mulai dari cara kerja, karakteristik, pilihan produk, hingga potensi risikonya. Pemahaman tersebut membantu calon nasabah menentukan apakah instrumen investasi ini sesuai dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Apa Itu Investasi Deposito?

Banyak orang mengenal deposito sebagai produk simpanan bank dengan bunga lebih tinggi dibanding tabungan. Meski anggapan tersebut tidak keliru, cakupan pembahasannya sebenarnya lebih luas. Produk ini masuk ke dalam kategori instrumen keuangan berisiko rendah karena menawarkan potensi pengembangan dana melalui penyimpanan dalam periode tertentu.

Dalam praktiknya, nasabah menempatkan sejumlah uang pada bank selama jangka waktu yang telah disepakati. Dana tersebut tidak digunakan untuk transaksi harian sehingga bank dapat memberikan tingkat imbal hasil lebih menarik dibanding rekening tabungan biasa.

Berdasarkan definisi yang dipublikasikan oleh JDIH Kementerian Keuangan, deposito berjangka merupakan simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai kesepakatan antara nasabah serta bank. Karakteristik tersebut membuat deposito berbeda dari tabungan biasa karena saldo pada rekening tabungan dapat ditarik kapan pun selama tersedia.

Perbedaan paling mencolok terlihat pada fleksibilitas penggunaan dana. Tabungan cocok untuk kebutuhan transaksi rutin, pembayaran tagihan, atau penyimpanan uang jangka pendek. Sebaliknya, deposito lebih sering digunakan untuk menyimpan dana yang belum akan dipakai dalam waktu dekat.

Lalu mengapa instrumen ini sering dikategorikan sebagai investasi?

Jawabannya terletak pada tujuan penempatan dana. Nasabah tidak sekadar menyimpan uang, melainkan mengharapkan pertumbuhan nilai melalui bunga atau bagi hasil selama periode penyimpanan berlangsung. Walaupun tingkat keuntungannya tidak setinggi saham atau reksa dana saham, stabilitas menjadi daya tarik utama.

Karena alasan tersebut, Investasi Deposito kerap dipilih oleh individu dengan profil risiko konservatif. Produk ini juga sering digunakan untuk menyimpan dana pendidikan, dana rumah, hingga sebagian dana pensiun yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi dibanding instrumen agresif.

Karakteristik Utama Deposito

Sebelum membuka deposito, penting memahami beberapa ciri utama yang membedakannya dari produk keuangan lain.

Karakteristik pertama terletak pada adanya jangka waktu tertentu. Nasabah perlu memilih periode penyimpanan sejak awal pembukaan rekening deposito. Selama masa tersebut berlangsung, dana umumnya tidak dapat diambil secara bebas seperti tabungan.

Karakteristik berikutnya berkaitan dengan bunga deposito yang telah ditentukan sesuai ketentuan bank. Nilainya cenderung lebih stabil sehingga memudahkan perencanaan hasil yang akan diperoleh saat jatuh tempo.

Selain itu, dana dalam bentuk simpanan berjangka akan mengendap selama periode penyimpanan berlangsung. Kondisi tersebut membantu mengurangi keinginan menggunakan uang untuk kebutuhan konsumtif karena akses pencairannya lebih terbatas.

Faktor lain yang membuat banyak orang tertarik pada Investasi Deposito ialah tingkat risiko relatif rendah. Fluktuasi harga pasar tidak memengaruhi nilai pokok simpanan seperti pada instrumen investasi berbasis pasar modal. Stabilitas inilah yang menjadikan deposito sebagai salah satu pilihan populer bagi pemula maupun investor konservatif.

Bagaimana Cara Kerja Investasi Deposito?

Mekanisme deposito sebenarnya cukup sederhana sehingga mudah dipahami bahkan oleh orang yang baru mengenal dunia investasi. Proses pertama dimulai dengan menempatkan sejumlah dana pada bank yang menyediakan layanan deposito.

Setelah menentukan nominal setoran, nasabah perlu memilih tenor deposito sesuai kebutuhan. Pilihan periode tersebut akan memengaruhi lamanya dana tersimpan hingga tanggal jatuh tempo. Semakin lama jangka waktu penyimpanan, biasanya semakin besar pula peluang memperoleh tingkat bunga tertentu sesuai kebijakan bank.

Sesudah proses pembukaan selesai, dana akan disimpan oleh bank selama periode yang dipilih. Selama masa tersebut berlangsung, nasabah memperoleh imbal hasil sesuai ketentuan produk. Perhitungan keuntungan umumnya dilakukan berdasarkan nominal simpanan, tingkat bunga, serta durasi penyimpanan.

Saat tanggal jatuh tempo tiba, bank akan mengembalikan dana pokok beserta hasil yang diperoleh selama masa penyimpanan. Proses ini menjadikan Investasi Deposito relatif mudah dipahami karena tidak melibatkan analisis pasar yang rumit.

Kini banyak bank juga menyediakan fasilitas deposito online. Pembukaan rekening dapat dilakukan melalui aplikasi perbankan tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang. Kemudahan tersebut membuat akses terhadap produk deposito semakin praktis bagi masyarakat.

Pilihan Tenor Deposito

Setiap bank menawarkan pilihan jangka waktu yang beragam. Periode paling pendek umumnya dimulai dari 1 bulan. Opsi ini sering dipilih oleh nasabah yang ingin menjaga likuiditas dana tetap cukup tinggi.

Selain itu tersedia tenor 3 bulan serta 6 bulan yang cukup populer karena memberikan keseimbangan antara fleksibilitas dan potensi imbal hasil. Untuk tujuan keuangan yang lebih panjang, sebagian nasabah memilih periode 12 bulan atau bahkan 24 bulan.

Pemilihan tenor sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan dana. Jangan menempatkan uang yang kemungkinan besar akan digunakan dalam waktu dekat ke deposito dengan jangka waktu terlalu panjang.

Apa yang Terjadi Saat Jatuh Tempo?

Ketika tanggal jatuh tempo tiba, nasabah memiliki beberapa pilihan. Dana dapat dicairkan seluruhnya beserta hasil yang diperoleh selama masa penyimpanan.

Pilihan lain berupa perpanjangan otomatis melalui fitur automatic roll over atau ARO. Dengan mekanisme tersebut, dana pokok akan kembali ditempatkan pada deposito baru secara otomatis.

Beberapa bank juga menyediakan ARO Plus. Fasilitas ini memungkinkan dana pokok beserta hasil yang diperoleh ikut diperpanjang sehingga nilai simpanan berpotensi bertambah pada periode berikutnya.

Jenis-Jenis Deposito yang Perlu Diketahui

Jenis-Jenis Deposito yang Perlu Diketahui

Sebelum memilih produk yang sesuai kebutuhan, penting memahami berbagai jenis deposito yang tersedia di perbankan. Masing-masing memiliki karakteristik, tujuan penggunaan, serta mekanisme yang berbeda.

Deposito Berjangka

Produk paling umum dalam kategori deposito ialah deposito berjangka. Nasabah menempatkan dana untuk periode tertentu sesuai pilihan tenor. 

Pencairan dilakukan setelah mencapai tanggal jatuh tempo. Karakteristik sederhana membuat produk ini banyak digunakan oleh investor pemula yang menginginkan proses mudah serta risiko relatif rendah.

Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito memiliki karakteristik berbeda dibanding deposito biasa. Produk ini diterbitkan dalam bentuk sertifikat sehingga dapat dipindahtangankan kepada pihak lain sesuai ketentuan yang berlaku. 

Fleksibilitas tersebut menjadikannya menarik bagi kelompok investor tertentu yang membutuhkan alternatif pengelolaan dana jangka pendek.

Deposito On Call

Deposito on call umumnya ditujukan untuk penempatan dana dalam jumlah besar dengan jangka waktu relatif singkat. Produk ini lebih sering digunakan oleh perusahaan atau institusi dibanding nasabah ritel.

Periode penyimpanannya dapat berlangsung hanya beberapa hari hingga beberapa minggu sesuai kesepakatan.

Deposito Konvensional dan Deposito Syariah

Secara prinsip pengelolaan, terdapat dua kategori utama, yaitu deposito konvensional serta deposito syariah. Produk konvensional menggunakan sistem bunga sebagai sumber imbal hasil bagi nasabah.

Sementara itu, deposito syariah menerapkan konsep bagi hasil berdasarkan akad yang sesuai prinsip syariah. Salah satu bentuk yang paling umum digunakan ialah deposito mudharabah. Dalam skema tersebut, bank mengelola dana nasabah lalu keuntungan dibagikan berdasarkan rasio atau nisbah yang telah disepakati sejak awal.

Jenis DepositoKarakteristikCocok Untuk
Deposito BerjangkaTenor tetapInvestor pemula
Sertifikat DepositoBisa dipindahtangankanInvestor tertentu
Deposito On CallDana besar, tenor pendekKorporasi
Deposito SyariahSistem bagi hasilInvestor syariah

Melalui pemahaman berbagai pilihan produk tersebut, calon nasabah dapat menentukan bentuk Investasi Deposito yang paling sesuai dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta preferensi pengelolaan dana masing-masing.

Keuntungan Investasi Deposito

Keuntungan Investasi Deposito

Setiap instrumen keuangan memiliki karakteristik tersendiri. Sebagian menawarkan potensi keuntungan tinggi dengan fluktuasi besar, sebagian lain lebih menekankan stabilitas. 

Potensi Imbal Hasil Lebih Tinggi Dibanding Tabungan

Salah satu alasan utama terletak pada potensi hasil yang umumnya lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Saat dana ditempatkan dalam deposito, bank memberikan kompensasi berupa bunga sesuai ketentuan produk. Nilainya memang tidak spektakuler seperti saham saat pasar sedang naik, namun selisihnya cukup terasa apabila dibandingkan rekening tabungan konvensional.

Keunggulan berikutnya berasal dari kestabilan hasil. Nasabah sudah mengetahui kisaran keuntungan sejak awal penempatan dana. Kondisi tersebut memudahkan perencanaan keuangan karena tidak perlu menebak-nebak pergerakan pasar setiap hari. Bagi sebagian orang, kepastian seperti ini jauh lebih penting dibanding peluang keuntungan besar yang penuh ketidakpastian.

Mudah Dipahami oleh Pemula

Daya tarik lain muncul dari prosesnya yang sederhana. Banyak instrumen keuangan membutuhkan pemahaman analisis, pemantauan berita ekonomi, hingga kemampuan membaca tren pasar. Deposito tidak menuntut hal semacam itu. Setelah dana ditempatkan, nasabah cukup menunggu hingga jatuh tempo sesuai pilihan tenor.

Kemudahan tersebut membuat Investasi Deposito sering menjadi pintu masuk bagi pemula yang baru mulai mengenal dunia investasi. Risiko relatif rendah dipadukan dengan mekanisme sederhana menciptakan pengalaman yang lebih nyaman bagi orang yang belum terbiasa menghadapi fluktuasi nilai aset.

Tidak Memerlukan Pemantauan Harian

Selain mudah dipahami, deposito juga tidak memerlukan pemantauan harian. Harga saham dapat berubah setiap menit. Nilai aset kripto bahkan bergerak selama 24 jam. Reksa dana pun mengalami perubahan nilai mengikuti kondisi pasar. Deposito berbeda. Setelah pembukaan selesai, dana tetap tersimpan hingga periode berakhir sesuai ketentuan.

Bagi individu yang memiliki kesibukan tinggi, kondisi tersebut menjadi nilai tambah tersendiri. Tidak ada kebutuhan memeriksa grafik harga setiap pagi atau mengikuti perkembangan pasar secara intensif. Fokus dapat diarahkan pada pekerjaan, bisnis, maupun aktivitas lain tanpa rasa khawatir terhadap gejolak harga aset.

Membantu Menjaga Stabilitas Portofolio

Keuntungan lain terletak pada fungsinya sebagai bagian dari diversifikasi aset. Banyak investor berpengalaman tidak menempatkan seluruh dana pada instrumen agresif. Sebagian porsi dialokasikan ke produk yang lebih stabil guna menjaga keseimbangan portofolio. Dalam konteks tersebut, deposito sering digunakan sebagai salah satu instrumen investasi pendamping.

Meski tingkat pertumbuhan dana tidak setinggi aset berisiko tinggi, keberadaannya dapat membantu menjaga stabilitas keseluruhan portofolio. Strategi seperti ini cukup umum digunakan oleh individu yang mengutamakan keseimbangan antara pertumbuhan modal serta kestabilan nilai aset.

Hasil Lebih Mudah Diperkirakan

Faktor berikutnya berkaitan dengan prediktabilitas hasil. Nasabah dapat memperkirakan imbal hasil deposito sejak awal berdasarkan nominal dana, tingkat bunga, serta periode penyimpanan. Kemampuan memperkirakan hasil seperti ini sangat membantu saat menyusun rencana keuangan jangka pendek.

Risiko Investasi Deposito yang Perlu Dipertimbangkan

Risiko Investasi Deposito yang Perlu Dipertimbangkan

Meski memiliki sejumlah keunggulan, deposito bukan berarti bebas dari kekurangan. Setiap keputusan keuangan tetap memerlukan pemahaman menyeluruh agar pilihan yang diambil sesuai kebutuhan.

Dana Tidak Bisa Digunakan Secara Bebas

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan berkaitan dengan akses terhadap dana. Berbeda dari tabungan, uang yang ditempatkan dalam deposito tidak dapat digunakan secara bebas selama periode penyimpanan berlangsung. Keterbatasan tersebut sering disebut sebagai rendahnya likuiditas investasi.

Situasi ini bisa menjadi kendala apabila muncul kebutuhan mendadak sebelum tanggal jatuh tempo. Saat dana terikat dalam deposito, pencairan sebelum waktunya umumnya memiliki konsekuensi tertentu sesuai kebijakan bank.

Potensi Penalti Saat Pencairan Dini

Konsekuensi tersebut dapat berupa penalti pencairan dini. Besarnya berbeda pada setiap lembaga perbankan. Karena itu, memahami syarat produk sebelum pembukaan rekening menjadi langkah penting agar tidak muncul kesalahpahaman di kemudian hari.

Risiko Inflasi terhadap Nilai Uang

Aspek lain berkaitan dengan inflasi. Nilai uang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Apabila tingkat inflasi lebih tinggi dibanding hasil deposito, pertumbuhan daya beli dana bisa menjadi kurang optimal. Dana memang bertambah secara nominal, namun peningkatan nilainya belum tentu mampu mengimbangi kenaikan harga barang serta jasa.

Potensi Return Lebih Rendah dari Instrumen Agresif

Selain inflasi, terdapat pula potensi hasil yang tertinggal dibanding aset agresif. Saham, reksa dana saham, atau instrumen lain berisiko tinggi memiliki peluang menghasilkan keuntungan lebih besar dalam jangka panjang. Sebaliknya, deposito lebih mengutamakan kestabilan dibanding pertumbuhan agresif.

Inilah alasan mengapa sebagian investor menggunakan deposito hanya sebagai pelengkap portofolio, bukan satu-satunya tempat menyimpan seluruh aset. Pendekatan tersebut memungkinkan keseimbangan antara keamanan modal serta peluang pertumbuhan nilai kekayaan.

Deposito Bukan Instrumen untuk Mengejar Keuntungan Maksimal

Ketika menilai risiko deposito, penting memahami bahwa tujuan utama produk ini bukan mengejar keuntungan maksimal. Fokus utamanya lebih mengarah pada stabilitas serta pengelolaan dana dengan tingkat ketidakpastian yang relatif rendah.

Apakah Investasi Deposito Aman?

Pertanyaan mengenai keamanan hampir selalu muncul sebelum seseorang menempatkan dana pada produk keuangan tertentu. Hal tersebut wajar karena perlindungan modal sering menjadi prioritas utama.

Dalam praktiknya, sistem perbankan Indonesia berada di bawah pengawasan berbagai lembaga yang memiliki tugas menjaga stabilitas sektor keuangan. Pengawasan tersebut membantu menciptakan lingkungan yang lebih terstruktur bagi nasabah.

Selain pengawasan, terdapat pula mekanisme perlindungan simpanan melalui LPS. Keberadaan lembaga ini menjadi salah satu faktor yang membuat deposito banyak dipilih oleh masyarakat.

Menurut ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dana deposito dapat memperoleh perlindungan hingga Rp2 miliar per nasabah di setiap bank. Namun, perlindungan tersebut berlaku apabila simpanan memenuhi persyaratan penjaminan, termasuk tingkat bunga yang tidak melebihi batas bunga penjaminan yang ditetapkan LPS.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan tidak berlaku secara otomatis untuk seluruh kondisi. Nasabah tetap perlu memahami syarat penjaminan agar memperoleh manfaat sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembahasan mengenai keamanan juga perlu melihat aspek operasional bank. Lembaga perbankan wajib menjalankan berbagai aturan terkait pengelolaan dana nasabah. Regulasi tersebut bertujuan menjaga kesehatan industri perbankan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Dalam konteks Investasi Deposito, kombinasi antara regulasi, pengawasan, serta penjaminan simpanan menciptakan lapisan perlindungan tambahan bagi pemilik dana.

Faktor yang Membuat Deposito Relatif Aman

Terdapat beberapa faktor utama di balik persepsi positif terhadap keamanan dana pada deposito. Faktor pertama berasal dari regulasi perbankan yang mengatur operasional bank secara ketat.

Faktor kedua berkaitan dengan pengawasan oleh OJK terhadap aktivitas industri jasa keuangan. Pengawasan tersebut membantu memastikan bank menjalankan operasional sesuai ketentuan.

Faktor ketiga berasal dari keberadaan LPS yang memberikan perlindungan simpanan sesuai syarat penjaminan. Kombinasi ketiga aspek tersebut membuat banyak orang menilai Investasi Deposito sebagai pilihan yang relatif aman untuk menyimpan dana.

Investasi Deposito vs Tabungan: Mana yang Lebih Cocok?

Meski sama-sama berasal dari produk perbankan, deposito serta tabungan memiliki tujuan penggunaan yang berbeda. Pemahaman terhadap perbedaan tersebut membantu menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan.

FaktorDepositoTabungan
BungaLebih tinggiLebih rendah
LikuiditasTerbatasTinggi
RisikoRendahRendah
TujuanInvestasiTransaksi harian

Dari sisi hasil, deposito unggul karena menawarkan tingkat bunga lebih menarik. Sebaliknya, tabungan memberikan fleksibilitas tinggi karena dana dapat digunakan kapan saja.

Apabila tujuan utama berkaitan dengan transaksi rutin, pembayaran tagihan, atau kebutuhan harian, tabungan menjadi pilihan yang lebih praktis. Sebaliknya, saat dana belum akan digunakan dalam periode tertentu, deposito sering memberikan manfaat lebih besar karena potensi hasilnya lebih tinggi.

Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada tujuan penggunaan dana. Banyak orang justru memanfaatkan keduanya secara bersamaan. Tabungan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara deposito dimanfaatkan untuk menyimpan dana yang belum diperlukan dalam waktu dekat. 

Siapa yang Cocok Berinvestasi di Deposito?

Tidak setiap orang memiliki tujuan keuangan serupa. Karena itu, pemilihan instrumen penyimpanan dana perlu disesuaikan dengan kebutuhan, jangka waktu, serta toleransi terhadap risiko.

Investor Pemula

Kelompok pertama yang cukup cocok menggunakan Investasi Deposito ialah pemula. Produk ini menawarkan mekanisme sederhana sehingga mudah dipahami tanpa harus mempelajari analisis pasar atau membaca pergerakan harga aset setiap hari. Bagi orang yang baru memulai perjalanan finansial, kemudahan tersebut sering menjadi nilai tambah.

Pilihan ini juga banyak digunakan oleh investor konservatif. Fokus utama kelompok ini biasanya bukan mengejar pertumbuhan aset secara agresif, melainkan menjaga stabilitas nilai dana. Dalam strategi investasi konservatif, deposito sering menempati porsi penting karena karakteristiknya yang relatif stabil.

Pemilik Dana Darurat

Pemilik dana darurat yang sudah mencapai target ideal juga dapat mempertimbangkan deposito untuk sebagian dana yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Pendekatan tersebut memungkinkan dana tetap berkembang tanpa perlu menghadapi fluktuasi besar.

Selain itu, deposito cukup relevan untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah seperti dana pendidikan anak, persiapan uang muka rumah, atau dana renovasi. Sebagian pensiunan juga memanfaatkan instrumen ini sebagai bagian dari perencanaan keuangan guna menjaga kestabilan aset setelah tidak lagi menerima penghasilan rutin.

Karena alasan tersebut, Investasi Deposito sering dipilih oleh individu yang mengutamakan kepastian, kemudahan, serta risiko yang lebih terukur.

Kesimpulan

Deposito masih menjadi salah satu pilihan penyimpanan dana yang relevan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang mengutamakan stabilitas serta kemudahan pengelolaan. Karakteristiknya yang sederhana membuat produk ini mudah dipahami oleh pemula maupun investor berpengalaman.

Sepanjang artikel ini telah dibahas pengertian, cara kerja, jenis produk, keuntungan, risiko, hingga faktor keamanan yang perlu dipahami sebelum menempatkan dana. Pemahaman tersebut penting agar keputusan finansial yang diambil benar-benar sesuai dengan tujuan keuangan pribadi.

Sebagai instrumen berisiko relatif rendah, Investasi Deposito dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti dana pendidikan, persiapan membeli rumah, hingga pengelolaan aset bagi pensiunan. Meski demikian, setiap orang tetap perlu mempertimbangkan tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, serta potensi hasil yang diharapkan.

FAQ Investasi Deposito

Apakah investasi deposito bisa rugi?

Kerugian dalam bentuk berkurangnya pokok simpanan relatif jarang terjadi pada kondisi normal. Meski begitu, nilai hasil yang diperoleh bisa tergerus inflasi sehingga daya beli uang tidak selalu meningkat secara optimal.

Berapa minimal dana untuk membuka deposito?

Setiap bank memiliki ketentuan berbeda. Sebagian menyediakan produk mulai dari ratusan ribu rupiah, sementara sebagian lain menetapkan batas minimal yang lebih tinggi.

Apakah deposito bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?

Bisa. Namun pencairan lebih awal umumnya dikenakan ketentuan tertentu, termasuk potensi penalti sesuai kebijakan bank.

Apakah deposito syariah berbeda dengan deposito biasa?

Ya. Deposito syariah menggunakan sistem bagi hasil berdasarkan akad syariah, sedangkan deposito konvensional menggunakan bunga sebagai sumber imbal hasil.

Apakah bunga deposito dikenakan pajak?

Ya. Keuntungan yang diperoleh dari deposito umumnya dikenakan pajak deposito sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Sumber & Referensi
  • https://jdih.kemenkeu.go.id/kamus-hukum/simpanan?id=227e2c5941214ebd167a48f5e2b73f96
  • https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexcrimen/article/download/15093/14657/30293
  • http://eprints.perbanas.ac.id/7188/11/BAB%20II.pdf
  • https://bprarmindokencana.co.id/pengertian-deposito
  • https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/perencanaan/penjelasan-deposito-jenis-cara-menabung-serta-kelebihan-deposito

Gravatar Image
Tim Editorial Dompet Pintar adalah tim penulis dan editor di DompetPintar.com yang berfokus pada edukasi keuangan pribadi, pengelolaan uang, tabungan, investasi, utang, dan literasi finansial untuk masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *