Strategi Transformasi Bisnis CV Menata Citra Selaras: Dari Limbah Besi ke Industri Pangan

Posted on

Industri pengolahan beras di Indonesia menyimpan ruang pertumbuhan yang sangat besar. Sebagai kebutuhan pokok masyarakat, pasar beras berjalan beriringan dengan meningkatnya tuntutan terhadap mutu, kontinuitas pasokan, efisiensi produksi, dan ketepatan distribusi.

Di tengah dinamika harga gabah, musim panen, energi, serta logistik, kemampuan mengelola setiap ton bahan baku menjadi nilai optimal adalah kunci daya saing. Tantangan inilah yang dihadapi dan dijawab melalui langkah strategis oleh CV Menata Citra Selaras.

Evolusi Bisnis: Dari Perdagangan ke Manufaktur Pangan

Perjalanan CV Menata Citra Selaras bermula pada tahun 2008 melalui lini usaha perdagangan limbah besi. Bisnis awal ini bahkan tetap berjalan hingga kini sebagai bagian dari portofolio perusahaan.

Langkah besar dilakukan pada tahun 2013 ketika perusahaan merambah sektor pangan dengan membangun pabrik penggilingan beras pertama di Tambelang, Kabupaten Bekasi. Pabrik tersebut awalnya memproduksi sekitar 10 ton beras per hari dengan kapasitas pengeringan 15 ton gabah kering panen per hari.

Fase penguatan standar operasional dimulai pada 2014, disusul investasi pada mesin color sorter, penambahan mesin penggiling dan pengering, serta pembangunan pabrik kedua di Pebayuran pada 2015. Kapasitas produksi terus merangkak naik dari 20 ton menjadi 30 ton, lalu 40 hingga 50 ton per hari, sebelum akhirnya pabrik ketiga di Yogyakarta turut beroperasi dengan kapasitas sekitar 30 ton per hari.

Prinsip 3K sebagai Fondasi Keberlanjutan

Direktur Utama CV Menata Citra Selaras, Yogi Prabowo, menjelaskan bahwa pengalaman panjang di industri beras membuat perusahaan memegang teguh prinsip 3K sebagai landasan operasional harian.

Bagi pelanggan, beras yang baik harus hadir secara konsisten, baik dari segi jumlah, kualitas, maupun keandalan pasokan. Perusahaan memandang seluruh proses dari hulu ke hilir sebagai satu tanggung jawab utuh.

  • Kuantitas: Memastikan jumlah pasokan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan mitra secara konsisten dari waktu ke waktu.
  • Kualitas: Menjaga mutu sejak gabah diterima, melalui proses pengeringan dan penggilingan yang ketat, hingga produk akhir sesuai standar.
  • Kontinuitas: Menjamin ketersediaan pasokan yang dapat diandalkan secara terus-menerus di tengah dinamika pasar.

Keterlibatan perusahaan juga tercermin dalam berbagai kerja sama strategis dengan institusi dan perusahaan lain, yang merentang dari pembangunan pabrik modern hingga revitalisasi fasilitas:

Mitra StrategisBentuk Kerjasama dan Kapasitas
Bank MandiriPembangunan pabrik beras modern via program CSR di Pamarican, Ciamis (kapasitas ~2,5 ton/jam, ~30 ton beras premium/hari).
PT Food Station Tjipinang JayaPasokan beras premium/pecah kulit serta revitalisasi Plant Pamanukan (~5 ton/jam).
PT Pupuk Indonesia PanganKajian efisiensi dan revitalisasi Plant Rawamerta.
Kementerian PertanianProgram percontohan IP400 di Kabupaten Bekasi.
PT Rajawali Nusantara IndonesiaProduksi beras premium sekitar 200-500 ton per bulan.
PT DensoPasokan sekitar 30-50 ton per bulan.
PT Agro JabarPenyerapan gabah dan produksi beras.

Ekspansi Kapasitas dan Diversifikasi Produk

Melalui ekspansi yang konsisten, skala operasional CV Menata Citra Selaras kini telahmencapai tingkat yang signifikan. Kapasitas pengeringan gabungan saat ini mencapai sekitar 210 ton per hari, dengan volume produksi sekitar 120 ton per hari yang mencakup beras pecah kulit dan beras premium. Kemampuan pengadaan bahan baku dan produksi secara keseluruhan mencapai sekitar 3.000 ton per bulan.

Portofolio produk utamanya mencakup Beras Premium Mentik Wangi, IR, Muncul, Pera, dan Ketan Putih. Selain produk beras utama, perusahaan juga mengoptimalkan hasil samping produksi secara cermat untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, seperti:

  • Menir
  • Reject hitam dan putih
  • Broken rice
  • Dedak halus putih dan cokelat
  • Pesak giling
  • Kulit padi dan arang sekam

Tidak hanya berfokus pada produksi beras, pengalaman operasional perusahaan berkembang menjadi layanan jasa pendukung seperti konsultasi manajemen penggilingan, revitalisasi alat dan tata letak mesin, konstruksi instalasi rice mill, hingga pembuatan silo, conveyor, dan elevator.

Peran Pembiayaan Strategis dalam Pertumbuhan

Dalam mendukung fase transformasi dan ekspansi pabrik, CV Menata Citra Selaras memperoleh fasilitas channeling financing sebesar US$310.000 pada tahun 2024 dari PT Modal Saham Asia Investama melalui ModalSaham.

CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, menilai kekuatan utama perusahaan terletak pada kemampuannya menerjemahkan pengalaman menjadi kompetensi baru secara bertahap. Perjalanan dari perdagangan limbah besi ke penggilingan beras, pembukaan berbagai lokasi produksi, hingga pengelolaan hasil samping menunjukkan pola belajar yang matang.

Dari sisi operasional, Yogi Prabowo menyebutkan bahwa pembiayaan tersebut membantu perusahaan menjaga kesinambungan kegiatan dan menyelaraskan jadwal operasional pabrik dengan waktu penerimaan penjualan. Dengan kebutuhan bahan baku, perawatan, dan tenaga kerja yang berjalan paralel dengan ritme pembayaran pelanggan, fasilitas ini memberikan ruang perencanaan yang lebih terarah dan tenang.

Menatap Masa Depan: Positioning Produk yang Lebih Tajam

Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, CV Menata Citra Selaras memfokuskan strategi pada penajaman posisi setiap produk di pasar. Dengan keragaman portofolio yang dimiliki, perusahaan ingin menentukan secara lebih spesifik varietas, karakter, mutu, serta pola permintaan yang sesuai dengan kebutuhan segmen pasar tertentu.

Melalui *positioning* yang semakin jelas, perusahaan berharap setiap jenis produk memiliki pasar yang lebih terarah, sehingga tidak sekadar bersaing dalam hal volume, melainkan mampu mengoptimalkan nilai komersial dari kapabilitas produksi yang telah dibangun.