Saat ini generasi muda didorong untuk menjadi *entrepreneur* demi menambah lapangan kerja di tanah air. Bahkan, banyak dari generasi Z yang lebih memilih jalur kewirausahaan ketimbang menjadi pegawai atau karyawan kantoran, sebuah tren yang memberikan dampak positif bagi pasar kerja nasional.
Dalam ajang Investment Day Futurepreneur Lab 2026 yang digelar WU Hub Coworking Space, aktris sekaligus pegiat bisnis Cinta Laura Kiehl membagikan pandangan serta tips penting bagi anak muda yang ingin membangun bisnis.
Dorongan Generasi Muda Menjadi Entrepreneur di Era Modern
Gelaran Investment Day Futurepreneur Lab 2026 mempertemukan startup mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan investor, mitra strategis, media, dan publik. Program dari WU Hub ini dirancang untuk memperkuat kesiapan bisnis startup mahasiswa melalui proses inkubasi sejak Juni 2026, yang mencakup pengembangan produk, pemahaman pasar, hingga strategi bisnis.
Melalui sesi final pitching dan startup expo, para peserta mempresentasikan inovasi mereka sekaligus menguji respons publik lewat platform Katalyst. Kehadiran para tokoh inspiratif, termasuk Cinta Laura Kiehl sebagai *Special Judge*, memberikan warna tersendiri dalam membimbing mentalitas para pengusaha muda agar siap menghadapi dinamika industri.
Pentingnya Kesadaran Diri: Menjadi Karyawan yang Baik Sebelum Jadi Pemimpin
Menurut Cinta Laura Kiehl, salah satu hal krusial yang harus diperhatikan oleh para *founder* saat melakukan *pitching* adalah mengenali kapasitas diri, apakah mereka seorang *visionary* (pembawa mimpi ke realita) atau seorang *operator* (*executor*).
Dalam sebuah bisnis, seringkali dibutuhkan kombinasi antara individu yang kuat dari sisi visi serta pihak yang handal menjalankan operasional. Namun, ia menyayangkan kebiasaan anak muda zaman sekarang yang ingin cepat-cepat menjadi CEO atau *founder* tanpa dibekali kapasitas kepemimpinan yang matang.
- Penting memiliki jiwa *entrepreneur*, namun harus disertai kesadaran diri yang tinggi.
- Banyak anak muda ingin langsung memimpin tanpa pernah merasakan pengalaman menjadi *employee* yang baik.
- Baik sebagai *operator* maupun *visionary*, anak muda harus membangun keterampilan yang tepat untuk menjadi pemimpin yang hebat sebelum memegang kendali penuh atas sebuah bisnis.
Strategi Investasi Cerdas dan Peran Aktif Investor Muda
Selain membahas kepemimpinan *founder*, Cinta Laura juga menyoroti aspek investasi di kalangan anak muda yang kini dinilai jauh lebih kreatif. Ia sendiri mengaku sudah mulai berinvestasi sejak usia sangat muda.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar anak muda tidak sekadar menaruh uang di tempat yang menjanjikan hasil. Sebagai investor, seseorang harus memiliki visi yang sejalan dengan bisnis atau usaha tersebut.
Cinta menekankan bahwa peran investor tidak cukup hanya dengan menanam modal lalu diam. Investor yang baik harus aktif berdelegasi, berdiskusi, dan memberikan *guidance* agar bisnis tersebut bisa merealisasikan potensinya secara maksimal serta mengisi kekosongan yang ada.
Menyikapi Kegagalan Bisnis sebagai Proses Pembelajaran
Menghadapi kenyataan dunia bisnis yang penuh tantangan, kegagalan adalah hal yang mungkin terjadi. Terkait hal ini, Cinta mengungkapkan pandangan positifnya bahwa kegagalan merupakan sumber pembelajaran paling luar biasa dalam hidup.
Berikut adalah cara pandang konstruktif dalam menyikapi kegagalan bisnis:
- Menjadikan kegagalan sebagai kesempatan untuk menstrategi ulang dan menelusuri kekurangan dari bisnis yang dibangun.
- Mengevaluasi ulang riset dan *business plan* yang telah dibuat sebelumnya.
- Bersikap rendah hati (*be humble*) untuk mencari wawasan baru agar fondasi bisnis menjadi lebih kuat.
- Memanfaatkan situasi untuk banting setir apabila sektor yang dijalani ternyata bukan keahlian utama (*expertise*) mereka.
Masa Depan Ekosistem Startup Mahasiswa Lewat Futurepreneur Lab 2026
Rangkaian acara Investment Day Futurepreneur Lab 2026 turut menghadirkan jajaran juri dari berbagai latar belakang industri, seperti Sumarny Manurung (VP of Investment SPIL Ventures) dan Kameswara M. Rafi Al Fath (Project Manager Startup Studio Indonesia KOMDIGI).
Charles Lee, Investor & Founder of WU Hub, menyatakan bahwa Indonesia memiliki talenta dan potensi besar untuk melahirkan bisnis yang mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, visi Futurepreneur Lab bukan sekadar melahirkan startup bernilai tinggi, tetapi juga membangun generasi *entrepreneur* yang mampu menciptakan solusi nyata dan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Didukung oleh mitra strategis seperti Khong Guan, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (KOMDIGI), Garuda Spark, dan Taka Lab, program ini terus memberikan ruang bagi *founder* muda untuk menguji asumsi, menerima masukan, serta menyempurnakan solusi sesuai kebutuhan pasar.



