Panduan Lengkap Menggunakan Divergence untuk Trading Forex

Posted on

Sampai di sini, kita sudah mempelajari berbagai jenis analisis teknikal, mulai dari yang sederhana seperti moving average, hingga yang rumit seperti harmonic price patterns. Namun, ada cara paling mudah untuk mendeteksi akhir dari sebuah tren dan membaca kapan reversal akan terjadi. Cara mudah tersebut adalah dengan menggunakan cara menggunakan divergence trading forex.

Mengenal Konsep Dasar Divergence dalam Trading Forex

Singkatnya, divergence bisa dilihat dengan cara membandingkan pergerakan harga di grafik dengan pergerikannya di indikator yang digunakan. Anda bisa menggunakan indikator apa saja, seperti misalnya stochastic, RSI, MACD, dan lain sebagainya. Keunggulan dari divergence adalah Anda tidak akan mengalami kesulitan yang cukup berarti untuk mendeteksinya. Dengan melihat beberapa contoh saja, Anda sudah bisa langsung mempraktikkannya langsung di trading forex. Jika digunakan dengan tepat, Anda bisa mendapatkan profit secara konsisten.

Jika Anda sebelumnya sudah pernah membaca artikel mengenai trend lines, Anda pastinya sudah mengetahui istilah higher high atau lower low. Di saat Anda melihat grafik di MT4 menunjukkan higher high, maka kondisi pasar yang sedang terjadi adalah uptrend. Sebaliknya, saat terlihat lower low, artinya grafik mengindikasikan adanya downtrend.

Nah, jika Anda melihat pasar sedang uptrend dan membentuk higher high, namun sebaliknya indikator menunjukkan higher low, maka bisa dikatakan bahwa divergence sedang terjadi! Divergence menunjukkan adanya pelemahan tren yang sedang terjadi, atau potensi adanya reversal. Ada juga trader yang menggunakan divergence untuk mencari sinyal apakah tren akan terus berlangsung.

Jenis-Jenis Divergence: Reguler vs Tersembunyi

Ada dua jenis divergence di pasar forex, yakni divergence reguler dan divergence tersembunyi. Mari kita bahas satu per satu untuk memahami fungsi serta karakteristiknya masing-masing.

Divergence Reguler untuk Sinyal Reversal

Jenis divergence ini biasa digunakan oleh trader untuk mencari reversal atau pembalikan arah tren. Divergence reguler dibagi ke dalam dua jenis, yakni divergence reguler bullish dan divergence reguler bearish:

  • Divergence reguler bullish: Kondisi di mana pergerakan harga menunjukkan lower low, namun indikator oscillator menunjukkan adanya higher low. Hal ini menunjukkan bahwa downtrend yang terjadi akan segera berakhir dan reversal akan datang sebentar lagi.
  • Divergence reguler bearish: Kondisi di mana pergerakan harga menunjukkan higher high, namun indikator oscillator menunjukkan adanya lower high. Hal ini menunjukkan bahwa uptrend yang terjadi akan segera berakhir dan reversal akan datang sebentar lagi.

Divergence Tersembunyi untuk Kelanjutan Tren

Divergence yang satu ini bisa digunakan untuk mendeteksi apakah tren yang sedang berjalan akan terus berlangsung. Perlu diingat bahwa tren di pasar forex adalah teman terbaik Anda, sehingga sinyal kelanjutan tren tidak boleh diabaikan. Divergence tersembunyi juga memiliki dua tipe:

  • Divergence tersembunyi bullish: Muncul pada saat market sedang uptrend. Saat harga memperlihatkan adanya higher low, indikator oscillator justru membentuk lower low, yang mengindikasikan bahwa uptrend akan terus berlanjut.
  • Divergence tersembunyi bearish: Muncul pada saat market sedang downtrend. Saat harga memperlihatkan adanya lower high, namun indikator justru membentuk higher high, yang mengindikasikan bahwa downtrend akan terus berlanjut.

Sebagai contoh pada pair USD/JPY yang sedang mengalami downtrend, saat pergerakan harga membentuk lower low terakhir, indikator stochastic justru membentuk higher low yang menandakan adanya divergence. Jika mengambil posisi BUY di sini, Anda bisa mendapatkan profit yang fantastis dari awal reversal sampai uptrend berakhir.

Strategi Menghindari Masuk Pasar Terlalu Dini

Trading menggunakan divergence memang mudah dan menguntungkan. Namun, jika Anda masuk pasar terlalu awal, bukannya keuntungan yang didapatkan malah kerugian. Untuk menghindari risiko tersebut, Anda bisa menerapkan beberapa cara berikut:

  • Tunggu sampai crossover indikator terjadi: Jika menggunakan Stochastic, persilangan (crossover) antara dua garis merupakan pertanda kuat bahwa pergerakan harga akan segera berbalik arah. Sinyal ini akan semakin kuat jika crossover terjadi di area overbought atau oversold.
  • Tunggu sampai garis indikator keluar dari area overbought/oversold: Jangan langsung membuka order ketika garis stochastic baru masuk ke area tersebut. Bersabarlah menunggu hingga garis indikator benar-benar keluar dari area overbought atau oversold untuk menjaring keuntungan secara optimal.

9 Peraturan Penting Saat Trading Menggunakan Divergence

Sebelum masuk ke pasar forex dan mulai mengaplikasikan ilmu trading divergence, pastikan Anda mematuhi sembilan peraturan teknis berikut ini agar analisis Anda lebih akurat:

  1. Harus teliti terhadap pola harga: Grafik pergerakan harga harus membentuk pola seperti puncak harga yang lebih tinggi dari sebelumnya, lembah harga yang lebih rendah dari sebelumnya, double top, atau double bottom.
  2. Tarik garis lurus yang menghubungkan dua puncak atau lembah berurutan: Jangan menghubungkan lebih dari dua titik. Pastikan tidak ada puncak atau lembah lain di antara kedua titik yang dihubungkan tersebut.
  3. Perhatikan indikator secara cermat: Lakukan hal yang sama pada indikator dengan menarik garis lurus yang menghubungkan dua puncak atau lembah pada indikator yang digunakan.
  4. Harus membentuk garis lurus vertikal: Titik tertinggi candlestick harus membentuk garis lurus secara vertikal dengan titik tertinggi yang dibentuk oleh indikator.
  5. Perhatikan perbedaan kemiringan: Akan terlihat perbedaan kemiringan antara garis pada grafik harga dan garis pada indikator, seperti lower high pada harga dan higher high pada indikator stochastic.
  6. Jangan kejar jika ketinggalan kereta: Jika Anda ketinggalan satu divergence, jangan khawatir karena pola ini cukup sering terjadi. Yang penting Anda tetap jeli melihat pergerakan harga.
  7. Gunakan time frame yang lebih besar: Hindari time frame kecil seperti 5 menit atau 15 menit karena keakuratan sinyalnya rendah. Gunakan time frame yang lebih tinggi seperti 1 jam atau 4 jam agar sinyal trading yang didapatkan lebih pasti dan akurat.