Struktur Organisasi Perusahaan: Jenis, Unsur, & Contoh UMKM

Posted on

Struktur organisasi perusahaan adalah kerangka yang menunjukkan bagaimana tugas, wewenang, dan tanggung jawab dibagi di antara orang-orang dalam sebuah usaha, sekaligus mengatur siapa melapor ke siapa dan bagaimana antar bagian saling berkoordinasi. Sesederhana apa pun usahamu, struktur ini sebenarnya sudah ada begitu kamu mempekerjakan orang pertama, walaupun belum pernah kamu gambar di atas kertas.

Bayangkan struktur organisasi seperti peta jalan kecil di dalam usahamu. Peta itu menjawab tiga pertanyaan dasar: siapa mengerjakan apa, siapa berhak memutuskan apa, dan kalau ada masalah harus lapor ke siapa. Tanpa peta ini, usaha yang tumbuh cepat gampang kacau, bukan karena orangnya tidak kompeten, tapi karena tidak jelas siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas suatu hal.

Mengapa Struktur Organisasi Perusahaan Penting untuk UMKM?

Banyak pemilik usaha kecil menganggap struktur organisasi cuma urusan perusahaan besar yang punya gedung dan ratusan karyawan. Padahal begitu kamu punya satu karyawan saja, otomatis ada struktur, entah kamu sadari atau tidak: kamu sebagai atasan, dia sebagai bawahan, dengan tugas yang idealnya sudah kamu jelaskan. Bedanya cuma soal disadari dan ditulis dengan rapi, atau dibiarkan berantakan sampai akhirnya menimbulkan masalah, misalnya dua karyawan sama-sama merasa bukan tugas mereka mencatat pengeluaran harian. Kalau kamu masih meraba-raba peran apa saja yang sebenarnya dibutuhkan usahamu, diskusi dulu dengan mentor AI Teman Usaha bisa membantu memetakannya.

Secara fungsi, struktur organisasi menjalankan empat peran utama untuk memastikan operasional bisnis berjalan lancar dan terarah.

6 Unsur Pembentuk Struktur Organisasi

Menurut materi desain organisasi yang disusun untuk perkuliahan manajemen di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ada enam unsur yang membentuk struktur organisasi apa pun, dari usaha kecil sampai korporasi multinasional.

Kamu tidak perlu menerapkan keenamnya sekaligus secara formal sejak hari pertama. Yang penting kamu paham konsepnya, supaya begitu usahamu mulai tumbuh dan menambah orang, kamu tahu unsur mana yang perlu dirapikan lebih dulu. Biasanya urutan yang paling terasa dampaknya untuk usaha kecil adalah rantai komando dan spesialisasi kerja. Begitu dua hal ini jelas, unsur lainnya jauh lebih mudah menyusul.

UnsurDefinisi SingkatContoh Penerapan di Usaha Kecil
Spesialisasi kerjaMembagi pekerjaan besar jadi tugas-tugas yang lebih khususSatu orang fokus produksi, satu orang fokus jualan
DepartementalisasiDasar pengelompokan pekerjaan sejenis jadi satu unitSemua urusan uang masuk dan keluar jadi satu bagian kasir
Rantai komandoGaris wewenang dari atas ke bawah, siapa melapor ke siapaKaryawan lapor ke pemilik, bukan simpang siur ke siapa saja
Rentang kendaliJumlah bawahan yang masih bisa diawasi efektif oleh satu atasanPemilik usaha kecil realistis mengawasi langsung 3 sampai 5 orang
Sentralisasi dan desentralisasiSeberapa terpusat keputusan diambilUsaha baru biasanya sentralisasi penuh di tangan pemilik
FormalisasiSejauh mana pekerjaan diatur lewat aturan tertulisSOP sederhana untuk cara melayani pelanggan atau mencatat stok

5 Jenis Struktur Organisasi Perusahaan

Ada lima jenis struktur organisasi yang paling umum dipakai perusahaan, dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Semakin kompleks bukan berarti semakin bagus. Semakin kompleks berarti semakin besar juga biaya koordinasinya, jadi pilih sesuai skala usahamu, bukan karena kelihatan lebih profesional di atas kertas.

Untuk usaha yang baru dimulai satu sampai dua orang, struktur lini sudah lebih dari cukup. Jangan buru-buru meniru bagan organisasi perusahaan besar hanya supaya terlihat rapi. Struktur matriks misalnya, hampir tidak pernah relevan untuk UMKM karena justru berpotensi membuat karyawan bingung harus lapor ke siapa duluan, padahal masalah UMKM biasanya justru kebalikannya: terlalu sedikit orang, bukan terlalu banyak jalur pelaporan.

JenisCiri UtamaPaling Cocok Untuk
Lini (garis)Wewenang mengalir langsung dan vertikal dari atasan ke bawahanUsaha sangat kecil seperti toko, warung, atau bengkel keluarga
Lini dan stafGaris komando tetap ada, ditambah staf pendukung pemberi saranUsaha kecil yang mulai butuh masukan dari orang dengan keahlian khusus
FungsionalDikelompokkan berdasarkan fungsi: produksi, pemasaran, keuangan, dan seterusnyaUsaha dengan satu atau sedikit lini produk yang belum terlalu rumit
DivisionalDikelompokkan berdasarkan produk, pasar, atau wilayahPerusahaan menengah sampai besar dengan banyak lini produk sekaligus
MatriksKaryawan melapor ke dua jalur sekaligus: manajer fungsional dan manajer proyekPerusahaan besar dengan banyak proyek lintas divisi

Contoh Nyata Struktur Organisasi UMKM

Supaya tidak abstrak, mari lihat contoh konkretnya. Kalau kamu menjalankan usaha sendirian, struktur organisasimu sederhana saja: kamu adalah pemilik sekaligus pelaksana semua fungsi, mulai dari produksi, jualan, sampai catat keuangan. Ini normal untuk tahap paling awal dan tidak ada yang salah dengannya, asal kamu tetap sadar peran apa saja yang sedang kamu jalankan supaya nanti gampang didelegasikan.

Begitu usahamu mulai punya dua sampai lima orang, struktur organisasi paling sederhana yang biasanya dipakai UMKM di Indonesia berbentuk seperti ini: pemilik di posisi puncak, dengan tiga cabang tugas di bawahnya, yaitu operasional dan produksi, keuangan dan administrasi, serta pemasaran dan penjualan.

Sebagai patokan skala, Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2021 mengelompokkan usaha mikro sebagai usaha dengan modal usaha sampai dengan Rp1 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, sedangkan usaha kecil modalnya di atas itu sampai Rp5 miliar. Semakin dekat usahamu ke batas atas usaha kecil, biasanya semakin masuk akal juga menambah satu lapisan struktur baru, misalnya penanggung jawab shift atau kepala bagian, supaya rentang kendali pemilik tidak terlalu lebar.

Cerita ini sering saya temui: seorang pemilik usaha katering rumahan awalnya mengerjakan semuanya sendiri, dari belanja bahan, masak, antar pesanan, sampai membalas chat pelanggan. Begitu pesanan mulai ramai, dia merekrut dua orang, tapi peran keduanya tidak pernah benar-benar dijelaskan. Dua-duanya cuma disuruh bantu-bantu saja. Hasilnya, saat pesanan menumpuk, tidak ada yang merasa bertanggung jawab penuh atas pengemasan, dan beberapa pesanan terlambat dikirim. Setelah dia menuliskan pembagian yang jelas, satu orang pegang dapur dan pengemasan, satu orang pegang pengantaran dan komunikasi pelanggan, keluhan pelanggan langsung berkurang drastis dalam sebulan. Bukan karena kualitas makanannya berubah, tapi karena tidak ada lagi celah saya kira itu tugas dia.

Sekecil apa pun timmu, tuliskan pembagian peran dalam satu halaman sederhana, cukup nama, jabatan, dan tiga sampai lima tanggung jawab utama. Kamu tidak butuh dokumen HR yang rumit, cukup yang bisa dibaca dan diingat semua orang.

Struktur Organisasi Perusahaan: Jenis, Unsur, & Contoh UMKM

Sebelum menambah struktur atau merekrut posisi baru, pastikan dulu kamu benar-benar memahami definisi dan kriteria UMKM yang berlaku, supaya kamu tahu di skala mana usahamu berada dan seberapa besar organisasi yang realistis untuk dibangun saat ini. Kalau kamu memang baru mau memulai dari nol dan belum tahu harus mulai dari mana, baca dulu cara memulai usaha dari nol sebelum memikirkan struktur organisasi yang lebih jauh.

Perbedaan Struktur UMKM dengan Badan Hukum PT

Begitu usaha naik kelas jadi badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas atau PT, struktur organisasinya diatur lebih formal oleh undang-undang, bukan cuma kesepakatan internal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, setiap PT wajib punya tiga organ berikut.

OrganWewenang dan Tugas Utama
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)Organ tertinggi; memegang wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris
DireksiMengurus perseroan untuk kepentingan perusahaan serta mewakilinya di dalam maupun di luar pengadilan
Dewan KomisarisMengawasi jalannya perusahaan secara umum atau khusus dan memberi nasihat kepada Direksi

Di bawah tiga organ formal itu, barulah dibangun struktur operasional sehari-hari, biasanya Direktur Utama yang membawahi beberapa manajer fungsional seperti manajer operasional, manajer keuangan, dan manajer pemasaran, yang masing-masing punya staf sendiri. Semakin besar perusahaan, semakin mungkin struktur ini berubah dari fungsional menjadi divisional, misalnya dipecah per lini produk atau per wilayah pemasaran.

Kabar baiknya, kamu tidak harus langsung membentuk PT dengan struktur selengkap itu kalau usahamu masih berjalan sendirian atau berdua. Ada opsi PT Perorangan yang dirancang khusus untuk pelaku usaha mikro dan kecil, di mana kamu sebagai pendiri bisa merangkap sebagai pemegang saham sekaligus direktur tanpa perlu akta notaris. Kalau kamu masih bingung memilih antara bentuk usaha perorangan, CV, atau PT biasa, baca dulu perbedaan PT dan CV supaya keputusannya sesuai kebutuhan, bukan sekadar ikut tren. Urusan legalitasnya sendiri, mulai dari NIB sampai izin usaha, bisa kamu pelajari lewat panduan legalitas usaha Teman Usaha.

Cara Menyusun Struktur Organisasi Perusahaan Secara Bertahap

Kamu tidak perlu menyusun struktur organisasi yang lengkap sejak hari pertama. Cara paling realistis adalah membangunnya bertahap, mengikuti pertumbuhan usaha, bukan mengikuti template perusahaan besar yang kamu lihat di internet.

Banyak usaha kecil terjebak bertahun-tahun dengan satu orang, biasanya pemilik, memegang semua peran sekaligus: produksi, jualan, keuangan, sampai layanan pelanggan. Risikonya nyata: keputusan menumpuk di satu orang sehingga usaha berhenti total begitu pemiliknya sakit atau cuti, tidak ada yang mengecek pekerjaan satu sama lain sehingga kesalahan lolos begitu saja, dan pemiliknya sendiri kelelahan sampai sulit memikirkan strategi jangka panjang. Kalau kamu merasa berada di situasi ini lebih dari setahun padahal omzet sudah cukup untuk menggaji satu orang tambahan, itu tanda kuat sudah waktunya mendelegasikan.

Sebelum menambah orang atau membuka lini usaha baru hanya karena merasa struktur organisasinya kurang lengkap, cek dulu studi kelayakan bisnisnya. Menambah struktur berarti menambah biaya gaji, jadi pastikan memang dibutuhkan, bukan sekadar ikut-ikutan supaya terlihat seperti perusahaan besar. Kalau kamu ingin belajar lebih jauh dari pengalaman orang lain yang pernah di posisi yang sama, mentor bisnis bisa jadi rujukan praktis sebelum kamu mengambil keputusan besar soal tim.

Pertanyaan Sempalan (FAQ) Seputar Struktur Organisasi

Kapan waktu yang tepat untuk mulai membuat struktur organisasi perusahaan?

Biasanya saat tim sudah lebih dari lima orang, omzet sudah stabil, atau kamu mulai kesulitan mengawasi semua orang secara langsung. Tanda paling jelas adalah ketika keputusan sehari-hari terlalu sering menumpuk padamu sampai pekerjaan lain terbengkalai.

Bagaimana cara mulai menyusun struktur organisasi jika sebelumnya berjalan tanpa aturan?

Mulai dari daftar tugas yang sedang berjalan, kelompokkan jadi beberapa fungsi utama seperti operasional, keuangan, dan pemasaran, lalu tentukan satu penanggung jawab per fungsi meski timnya masih kecil. Gambarkan dalam bagan sederhana dengan posisi pemilik di atas dan fungsi-fungsi utama di bawahnya.

Mengapa struktur matriks tidak direkomendasikan untuk UMKM?

Struktur matriks paling cocok untuk perusahaan besar dengan banyak proyek lintas divisi, di mana karyawan perlu melapor ke manajer fungsional sekaligus manajer proyek. Untuk UMKM, struktur ini nyaris tidak pernah relevan karena justru menambah kerumitan pelaporan yang tidak dibutuhkan usaha kecil.

Apa saja organ wajib dalam badan hukum PT berdasarkan UU No. 40 Tahun 2007?

Berdasarkan undang-undang tersebut, PT wajib memiliki Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ tertinggi, Direksi yang mengurus operasional perusahaan, serta Dewan Komisaris yang mengawasi dan memberi nasihat kepada Direksi.

Apa risiko terbesar jika pemilik usaha memegang seluruh peran terlalu lama?

Risikonya usaha bisa berhenti total begitu orang tersebut sakit atau berhalangan, tidak ada kontrol silang sehingga kesalahan mudah lolos, dan pemiliknya mengalami kelelahan kronis hingga tidak sempat memikirkan strategi jangka panjang.

Struktur organisasi perusahaan bukan cuma bagan formal milik korporasi besar. Bahkan usaha solo pun sebenarnya sudah punya struktur, walau belum ditulis. Yang membedakan usaha yang tumbuh rapi dengan usaha yang terus-menerus kacau biasanya bukan soal seberapa besar timnya, tapi seberapa jelas pembagian tugas, wewenang, dan garis komandonya sejak awal.

Mulai dari yang paling sederhana: tuliskan peran-peran yang sedang berjalan di usahamu sekarang, kelompokkan jadi beberapa fungsi utama, lalu bangun bertahap sesuai pertumbuhan tim. Kalau kamu butuh bantuan menyusun rencana usaha yang lebih lengkap termasuk struktur timnya, coba generator rencana bisnis Teman Usaha, atau kalau kamu ingin ngobrol dulu soal situasi timmu yang spesifik, tanya mentor AI Teman Usaha, gratis dan bisa kapan saja. Untuk kebutuhan yang lebih personal, kamu juga bisa konsultasi langsung dengan mentor bisnis manusia Teman Usaha.