Inklusi digital bagi pengusaha perempuan tidak cukup hanya dengan akses internet semata. Pelaku usaha juga membutuhkan keterampilan yang tepat, dukungan yang dapat dipercaya, serta cara yang jelas agar teknologi dapat diterapkan secara efektif untuk mengembangkan usaha mereka.
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Fiona Ritchie menyampaikan bahwa inklusi digital menuntut lebih dari sekadar konektivitas daring. Pelaku usaha memerlukan keterampilan yang tepat, dukungan terpercaya, serta panduan praktis untuk mengaplikasikan berbagai hal yang telah mereka pelajari ke dalam operasional bisnis sehari-hari, sebagaimana diungkapkannya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 1/10/2026.
Inklusi Digital: Lebih dari Sekadar Akses Internet
Pembahasan mengenai pentingnya literasi digital ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara Digital Access Programme bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan BRI Research Institute. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan digital pengusaha perempuan melalui pendekatan pembelajaran yang komprehensif dan pendampingan intensif.
Melalui program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) yang telah berjalan sejak 2024, inisiatif ini sukses mendampingi sekitar 900 pengusaha mikro perempuan. Jangkauan program tersebut mencakup sejumlah wilayah penting, termasuk Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Tengah, melalui rangkaian pelatihan, pendampingan langsung, serta penguatan komunitas lokal.
Kurikulum Praktis untuk Transformasi Digital UMKM
Platform pembelajaran yang dikembangkan dalam program DEWY dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi para pelaku usaha. Berbagai fitur dan materi interaktif disediakan guna mendukung peningkatan kapasitas bisnis UMKM yang dipimpin oleh perempuan.
Platform pembelajaran tersebut menyediakan berbagai fitur pendukung, antara lain:
- Modul interaktif untuk pembelajaran mandiri
- Penilaian mandiri (self-assessment)
- Webinar berkala
- Program pendampingan terstruktur
- Buletin informatif dan kisah inspiratif
- Ruang komunitas khusus UMKM perempuan
Selain fitur tersebut, BRI Research Institute turut melengkapi materi pembelajaran dengan menghadirkan delapan modul baru. Modul tambahan ini dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan operasional harian pengusaha mikro:
- Pembukuan digital untuk pencatatan keuangan yang lebih rapi
- Sistem pembayaran digital yang aman dan efisien
- Strategi berjualan di marketplace guna memperluas jangkauan pasar
- Penyuluhan mengenai pemisahan keuangan pribadi dan usaha
Direktur BRI Research Institute Dr. Anton Hendranata menjelaskan bahwa platform pembelajaran ini tidak hanya memberikan materi teknis, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan bagi pengusaha perempuan untuk memperluas jejaring profesional.
“Platform ini menghubungkan perempuan pelaku usaha dengan pengetahuan praktis, mentor, komunitas sesama pelaku usaha, dan peluang bisnis baru,” ujar Anton.
Pendampingan Komunitas Melalui Digital Corner
Aspek keberlanjutan dari program ini diperkuat melalui pembelajaran berbasis komunitas lewat jaringan Digital Corner. Fasilitas ini dikelola oleh para Digital Ranger lokal terlatih yang mendapatkan dukungan mentoring antardaerah.
Melalui keberadaan Digital Corner, para pengusaha perempuan dapat secara leluasa mendiskusikan materi pelatihan yang telah diterima, berkonsultasi mengenai hambatan usaha, serta mempelajari penggunaan perangkat digital modern termasuk teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Dengan demikian, mereka dapat langsung menerapkan teknologi tersebut secara nyata dalam mengelola bisnis.
Dalam berbagai kegiatan diskusi program ini, perwakilan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, mitra pembangunan, serta komunitas UMKM turut membahas keberlanjutan pembelajaran dan penguatan jaringan Digital Corner. Fokus pembahasan mencakup penyediaan materi lanjutan, keterlibatan tenaga ahli serta mentor, penguatan komunitas lokal, hingga perluasan akses terhadap pembiayaan, pasar yang lebih luas, dan teknologi mutakhir.
Ke depan, Digital Access Programme dan BRI Research Institute berkomitmen untuk terus melanjutkan kerja sama dengan berbagai mitra strategis guna membantu pengusaha perempuan mengoptimalkan keterampilan digital dalam mengelola dan mengembangkan usaha mereka secara mandiri.



