Restoran The People’s Cafe dan Djournal Coffee yang sering ditemukan di berbagai pusat perbelanjaan merupakan bagian kecil dari jaringan bisnis milik perusahaan Ismaya Group. Sebelum perusahaan berkembang membawahi berbagai lini bisnis lifestyle, seperti restoran, kafe, festival musik, dan berbagai hiburan, perusahaan ini bermula dari satu venue kecil di Jakarta.
Perjalanan bisnisnya berawal dari tiga pendiri yang melihat celah di tengah lanskap lifestyle Jakarta yang pada saat itu belum seramai sekarang. Celah tersebut kemudian menjadi titik awal perjalanan Christian Rijanto, Bram Hendrata, dan Brian Sutanto membangun bisnis yang menggabungkan makanan, hiburan, musik, hingga berbagai pengalaman lifestyle.
Awal Mula Perjalanan Ismaya Group di Lanskap Lifestyle Jakarta
Dalam profil Ismaya oleh The Report Company, CEO Bram Hendrata menjelaskan bahwa ide awal bisnis tersebut muncul dari melihat masih terbatasnya pilihan industri lifestyle di Indonesia, terutama Jakarta.
Salah satu langkah awalnya adalah menghadirkan Blowfish. Venue tersebut menjadi bagian dari upaya Ismaya menawarkan konsep hiburan yang berbeda pada saat alternatif restoran, bar, sekaligus klub malam belum terlalu banyak.
Latar belakang ketiga pendirinya pun berbeda. Bram memiliki pendidikan teknik dan pengalaman di PwC sebelum masuk ke bisnis, sementara Christian memiliki pengalaman di bidang marketing dan entrepreneurship, bersama Brian Sutanto yang turut merintis Ismaya sejak awal.
Transformasi Operasional dan Perluasan Portofolio Bisnis
Perjalanan awal Ismaya tidak berlangsung dengan struktur bisnis seperti sekarang. Dilansir dari LinkedIn Ismaya, para pendiri menceritakan bagaimana mereka ikut turun tangan dalam pekerjaan operasional, mulai dari bekerja di dapur hingga membersihkan meja.
Dari satu venue, Ismaya kemudian mulai memperluas bisnisnya. F&B dan nightlife menjadi fondasi awal sebelum perusahaan masuk lebih jauh ke industri hiburan. Perusahaan terus mengembangkan berbagai konsep kuliner dan minuman populer yang kini menjangkau konsumen luas di berbagai pusat perbelanjaan.
Masuk ke Industri Hiburan Melalui Ismaya Live
Ekspansi ke entertainment menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan Ismaya. Melalui Ismaya Live, perusahaan mulai mengembangkan bisnis promotor dan penyelenggaraan event.
Dilansir dari Pollstar, Christian Rijanto menceritakan perkembangan bisnis tersebut yang bermula dari lingkungan klub dan restoran. Salah satu event awalnya adalah Blowfish Warehouse Project sebelum berkembang menjadi berbagai pertunjukan dan festival musik.
Ismaya Live kemudian membawa sejumlah musisi internasional ke Indonesia serta mengembangkan festival musik besar, seperti:
- Djakarta Warehouse Project (DWP)
- We The Fest
Diversifikasi ke Sektor Wellness, Olahraga, dan Skala Global
Setelah memperkuat bisnis F&B dan entertainment, Ismaya terus berekspansi mengikuti perubahan gaya hidup konsumen. Saat ini, terdapat berbagai kategori bisnis yang dikelola perusahaan:
- Restoran dan kafe
- Entertainment dan hiburan
- Wellness dan olahraga
Fortune Indonesia pada Maret 2026 mencatat bahwa Ismaya memperluas bisnisnya di bidang olahraga, salah satunya melalui Social Padel House. Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari perkembangan Ismaya di tengah perubahan tren gaya hidup.
Lebih dari dua dekade sejak berdiri pada tahun 2003, situs resmi Ismaya menyebut perusahaan kini memiliki:
- Lebih dari 163 gerai di Indonesia
- Tiga gerai internasional di Dubai
Perjalanan Ismaya memperlihatkan bahwa ekspansi bisnis tidak berhenti pada satu kategori. Perusahaan ini sukses berkembang dengan menghubungkan F&B, entertainment, musik, wellness, hingga olahraga dalam lini lifestyle dengan terus mengikuti perubahan konsumen.



