Kehadiran Green SM di Aspal Indonesia
Green SM kini mulai tampak memadati jalur-jalur transportasi di Indonesia. Layanan taksi berbasis kendaraan listrik asal Vietnam ini hadir dengan warna hijau yang khas di jalanan.
Kehadiran armada tersebut tidak lepas dari peran pengusaha sekaligus miliarder asal Vietnam, Pham Nhat Vuong, yang mendirikannya sebagai bagian dari ambisi besar membangun ekosistem mobilitas ramah lingkungan yang terintegrasi langsung dengan industri otomotif VinFast.
Profil Pham Nhat Vuong: Dari Mi Instan Menuju Kerajaan Bisnis
Lahir pada tahun 1968, Pham Nhat Vuong dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di Vietnam. Sebelum membangun kerajaan bisnis Vingroup, ia mengawali perjalanan kewirausahaannya di Ukraina usai menyelesaikan pendidikan di Moscow Geological Prospecting Institute, Rusia.
Berikut adalah beberapa tonggak penting dalam perjalanan bisnis awal Pham Nhat Vuong sebelum meraih kesuksesan besar di Asia:
- Membuka Restoran (1993): Vuong memulai langkah bisnisnya dengan membuka sebuah restoran di Ukraina.
- Bisnis Mi Instan Technocom: Ia kemudian berekspansi ke industri makanan lewat perusahaan Technocom yang memproduksi mi instan merek Mivina dan berhasil menguasai pasar Ukraina.
- Akuisisi oleh Nestle (2010): Setelah menjadi fondasi awal kekayaannya, Technocom akhirnya dijual kepada perusahaan multinasional Nestle pada tahun 2010.
- Ekspansi ke Vietnam (2001-2002): Mengalihkan fokus investasinya ke tanah air, Vuong mendirikan Vinpearl di sektor perhotelan serta Vincom di bidang properti, yang kemudian menjadi cikal bakal konglomerasi Vingroup.
Ambisi Otomotif dan Kelahiran VinFast
Kesuksesan di berbagai sektor seperti properti, pariwisata, hingga kesehatan membawa Vuong mencatatkan sejarah pada 2012 sebagai orang Vietnam pertama yang masuk dalam daftar miliarder majalah Forbes.
Namanya semakin melambung di industri otomotif global setelah ia mendirikan VinFast pada 2017. Pendirian pabrik ini didorong oleh ambisi Vuong untuk menghadirkan merek kendaraan buatan Vietnam yang mampu bersaing di kancah internasional.
Ekosistem Green and Smart Mobility (GSM)
Ambisi mengembangkan kendaraan listrik tidak berhenti pada lini produksi mobil semata, melainkan merambah sektor layanan transportasi. Pada 6 Maret 2023, Vuong mendirikan Green and Smart Mobility (GSM) yang menyediakan layanan taksi listrik dan sepeda motor listrik.
Berdasarkan pengumuman resmi Vingroup, GSM dibentuk dengan modal dasar awal sebesar VND3 triliun, di mana Pham Nhat Vuong memegang kepemilikan saham mayoritas sebesar 95 persen pada saat pendirian.
Perusahaan ini dirancang untuk memperluas adopsi kendaraan listrik melalui akses langsung bagi masyarakat. Seluruh armada yang digunakan berasal dari merek VinFast, menjadikan GSM sebagai saluran strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan produk otomotif dalam ekosistem bisnis Vuong.
Ekspansi Internasional: Vietnam, Laos, dan Indonesia
Green SM secara resmi memulai operasional layanan taksi listrik di Hanoi pada 14 April 2023. Sepanjang tahun pertama beroperasi, perusahaan mengeklaim telah melayani lebih dari 50 juta perjalanan pelanggan serta memperluas jaringannya ke berbagai wilayah di Vietnam.
Selepas memperkuat pasar domestik, perusahaan melanjutkan langkah ekspansi internasional ke Laos, hingga akhirnya resmi masuk ke Indonesia pada 18 Desember 2024. Masuknya Green SM menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar potensial dalam strategi pertumbuhan bisnis di kawasan Asia Tenggara, sekaligus mempererat sinergi antara produsen kendaraan listrik dan penyedia layanan transportasi modern.



