Memilih antara berjualan di Shopee atau TikTok Shop bukan sekadar mengikuti tren, melainkan keputusan strategis yang bergantung pada dua faktor utama: bagaimana pembeli menemukan produk Anda dan berapa besar potongan yang mampu diserap oleh margin keuntungan Anda. Keputusan yang tepat akan sangat menentukan keberlanjutan bisnis UMKM Anda.
Dilema Platform: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk UMKM?
Shopee dan TikTok Shop memiliki karakteristik pembeli yang berbeda. Shopee cenderung lebih cocok untuk produk yang sudah dicari pembeli melalui kolom pencarian, seperti kebutuhan rutin, suku cadang, atau bahan pokok. Sementara itu, TikTok Shop lebih efektif untuk produk yang laku karena diperagakan secara visual lewat video atau sesi live, yang seringkali memicu pembelian impulsif.
Sebelum memutuskan, Anda harus memahami bahwa biaya yang dikenakan platform akan memengaruhi harga jual. Penting untuk diingat bahwa data biaya yang disajikan di sini merujuk pada ketentuan per Oktober 2026. Selalu periksa kembali pusat edukasi penjual resmi kedua platform sebelum melakukan perubahan harga secara drastis.
Struktur Biaya: Mengapa ‘Potongan Wajib’ Berbeda?
Perbedaan terbesar terletak pada jumlah komponen biaya wajib yang harus dibayar penjual. Shopee memiliki struktur biaya yang lebih sederhana, sementara TikTok Shop memiliki daftar potongan yang lebih panjang.

| Komponen | Shopee (Non-Star dan Star) | TikTok Shop by Tokopedia (non-Mall) |
|---|---|---|
| Komisi atau biaya admin per kategori | 2,50% sampai 10,00% | 2,5% sampai 12,20% |
| Komisi tambahan wajib | Tidak ada | Komisi Dinamis 3% sampai 8% |
| Biaya per pesanan | Rp1.250 | Rp1.250 |
| Biaya logistik | Tidak ada di daftar wajib | Rp540 sampai Rp5.060 |
Perlu dicatat bahwa di TikTok Shop, komisi dinamis berlaku untuk semua penjual sebagai paket manfaat promosi dasar. Angka ini wajib masuk ke dalam perhitungan harga jual Anda. Berikut adalah tarif komisi dinamis berdasarkan kategori produk per 16 September 2026:
- Telepon & Elektronik: 3,00%
- Komputer & Peralatan Kantor: 4,00%
- Aksesoris Perhiasan: 4,50%
- Peralatan Rumah Tangga, Produk Virtual: 6,00%
- Makanan & Minuman, Kesehatan, Olahraga, Furnitur: 6,50%
- Kecantikan, Bayi & Ibu Hamil, Perkakas: 7,00%
- Aksesoris Fesyen, Otomotif, Perbaikan Rumah: 7,50%
- Pakaian (Pria/Wanita), Busana Muslim, Sepatu, Mainan, Peralatan Dapur: 8,00%
Risiko Operasional dalam Hitungan Margin
Salah satu aturan yang sering mengejutkan penjual baru di TikTok Shop adalah kebijakan terkait retur. Komisi dinamis dan biaya pemrosesan pesanan tidak akan dikembalikan kepada penjual jika pesanan yang sudah terkirim kemudian diretur atau dananya dikembalikan oleh pembeli. Aturan ini mewajibkan Anda untuk memiliki deskripsi produk dan panduan ukuran yang sangat jelas guna meminimalisir risiko pengembalian barang.
Program Opsional: Biaya yang Bisa Dihindari atau Justru Diperlukan
Selain biaya wajib, terdapat program opsional yang dapat Anda ikuti untuk meningkatkan visibilitas. Di Shopee, program seperti Gratis Ongkir XTRA, Promo XTRA, dan Shopee Live XTRA akan menambah total potongan penjual hingga 11%–25,50% jika diikuti secara keseluruhan. Di sisi lain, TikTok Shop menawarkan program seperti Growth Xtra dan berbagai skema promosi lainnya. Pastikan Anda hanya mengikuti program yang benar-benar memberikan dampak positif bagi omzet Anda agar margin tetap terjaga.
Bukan Sekadar Biaya: Menentukan Kerja Harian Anda
Banyak UMKM mengalami kendala bukan karena biaya, melainkan karena ketidaksesuaian model operasional. TikTok Shop menuntut konsistensi dalam membuat konten rutin dan melakukan live streaming. Sebaliknya, Shopee menuntut kerapian halaman produk dan pengelolaan manajemen toko yang baik.
Jika Anda masih ragu, cobalah melakukan uji coba dengan satu produk andalan di kedua platform selama satu bulan. Catat pesanan dan potongan yang muncul di rincian penghasilan Anda. Data dari toko Anda sendiri jauh lebih akurat dibandingkan opini pihak lain.
FAQ
- Apakah biaya penjual Tokopedia dan TikTok Shop sama? Ya, kategorisasi biaya penjual berlaku untuk keduanya karena sudah terintegrasi.
- Apakah saya boleh berjualan di keduanya sekaligus? Sangat disarankan, namun hitunglah margin secara terpisah karena struktur potongannya berbeda.
- Bagaimana jika produk saya rawan retur? Pastikan deskripsi produk sangat detail, karena biaya komisi dinamis tidak dikembalikan jika barang sudah terkirim lalu diretur.



